PANCASILA

Mohammad Suyanto

Abstract


Pancasila sebagai ideologi merupakan bagian terpenting dari fungsi kehidupan dan kedudukan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai ideologi memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu sekaligus berfungsi perangsang dalam pengembangan pemikiran-pemikiran baru tentang Pancasila dan UUD 1945 dalam berpikir aspek kehidupan bernegara. Cirri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani , moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrument dan nilai praksis. Semua tolok ukur tentang baik buruk dan benar salahnya sikap dan perbuatan serta tingkah laku bangsa Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila. Nilai dapat dikelompokkan menjadi nilai materiil yaitu berguna atau tidaknya bagi unsur jasmani manusia. Nilai vital yaitu sesuatu yang berguna untuk aktivitas. Nilai kerohanian yaitu sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Secara yuridis konstitusional Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia adalah digali dari realitas nilai tata nilai budaya masyarakat Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai dasar negara yang statis karena merupakan landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tuntutan yang dinamis karena Pancasila bersifat fleksibeldan dapat disesuaikan dengan perubahan zaman (inilah Pengalaman secara objektif adalah melaksanakan dan mentaati peraturan perundang-undangan sesuai norma hokum negara yang berlandaskan Pancasila. mengapa Pancasila dimaknai sebagai ideologi terbuka), serta alat pemersatu bangsa. Sikap positif terhadap Pancasila pada dasarnya adalah sejauh mana kita memaknai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila , untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering mendengar bahwa Pancasila sering diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui cara pengalaman secara objektif dan pengalaman secara subjektif. Pengalaman secara objektif adalah melaksanakan dan mentaati peraturan perundang-undangan sesuai norma hokum negara yang berlandaskan Pancasila. Pengalaman secara subjektif adalah menjalankan nilai-nilai Pancasila yang berwujud norma etik secara pribadi atau kelompok sebagai pedoman bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.