KEMISKINAN DI INDONESIA

Hanik Abdul Salam

Abstract


Kemiskinan adalah suwatu keadaan dimana ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang pangan, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Meski kemiskinan merupakan sebuah fenomena manusia, tetapi pemahaman kita terhadapnya dan upaya-upaya untuk memberantas belum juga menunjukan hasil yang nyata.Sebagian besar orang , persoalan kemiskinan lebih dipahami dalam konteks habere. Orang miskin adalah orang yang tidak menguasai dan memiliki sesuatu.Urusan kemiskinan urusan yang bersifat ekonomis semata ( Koerniatmanto Soetoprawiryo, “ Hukum bagi Si Miskin, “ Kompas, 28/2/2007 ).Krisis ekonomi yang berkepanjangan menambah panjang deret persoalan yang membuat negeri ini semakin sulit keluar dari jeratan kemiskinan. Kini jumlah penduduk miskin ( penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan ). Kemiskinan tidak hanya terjadi di perdesaan tapi juga di kota-kota besar. Kemiskinan juga tidak semata-mata persoalan ekonomi, melainkan kemiskinan cultural dan structural.Walowpun kemiskinan yang paling parah terdapat pada negara berkembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Namun dalam negera majupun, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari atau keluarga tunggal ( single parents atau single families, dan umumnya dialami oleh ibu-ibu tuggal atau single mothers) yang hidupnya tergantung pada bantuan social dari pemerintah, seperti kupon makanan ( food-stamp ) atau tunjangan keluarga, yang di AS disebut Program TANF ( Temporary Assistance for Needy Families ) atau di Indonesia dinamakan PHK ( Program Keluarga Harapan ).Sesungguhnya, kemiskinan bukanlah persoalan baru di negeri ini. Sekitar seabad sebelum kemerdekaan, pemerintah colonial Belanda mulai resah atas kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Pada saat ini, indicator kemiskinan hanya dilihat dari pertambahan penduduk yang pesat ( Soejadmoko, 1980 ).

Full Text: PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.