MASIH RELEVANKAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DI ERA GLOBALISASI INI

Noor Arifah Hidayati

Abstract


Semenjak Orba ditumbangkan oleh gerakan reformasi, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia telah kehilangan tempatnya yang mapan.Semacam ada phobia dan kealergian masyarakat negara bangsa ini untuk mengakui pancasila apalagi mencoba untuk menelaahnya.Meskipun negara ini masih menjaga suatu konsensus dengan menyatakan pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun secara faktual agaknya kita harus mempertanyakannya kembali karena saat ini debat tentang masih relevan atau tidaknya pancasila dijadikan ideologi masih kerap terjadi. Apalagi ditengah kegalauan dan kegagalan negara bangsa menapak dengan tegak jalur sejarahnya sehingga selalu jatuh bangun dan labil.
Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penulisan makalah ini adalah metode historis dimana penulis menceritakan sedikit tentang sejarah pancasila dimasa lalu.Secara resmi, Pancasila diterapkan sebagai dasar negara yang didokumentasikan beberapa kali karena berbagai dinamika politik dan kebangsaan di usianya yang belia.Rumusan Pertama Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada tanggal 22 Juni 1945.Rumusan kedua di dalam Pembukaan UUD 18 Agustus 1945.Rumusan ketiga di dalam Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat tanggal 27 Desember 1949.Rumusan keempat di dalam Mukaddimah Undang Undang Dasar Sementara tanggal 15 Agustus 1950. Dan rumusan kelima, rumusan kedua yang dijiwai oleh rumusan pertama Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Perjalanan Pancasila sebagai dasar negara tak pernah sepi dari berbagai ancaman dan penyimpangan.Di masa Soekarno misalnya, Pancasila dibuntuti oleh kelompok komunis yang hendak mengganti dasar negara tanpa Tuhan (negara komunis).Haluan politik Soekarno yang lebih condong ke Soviet pada waktu itu, menjadi jembatan emas kelompok-kelompok komunis untuk melegitimasi aksi-aksinya.Termasuk juga dugaan adanya campur tangan intelijen Amerika Serikat yang memang tidak senang dengan haluan politik antikolonial Soekarno, yang notabenenya merupakan sekutu Amerika merupakan negeri-negeri penjajah.Pancasila dijadikan korban, termasuk Soekarno sebagai Presiden RI pada waktu itu berupaya mendrive Pancasila untuk kepentingan politiknya.Inilah sejarah awal suramnya perjalanan Pancasila yang telah dirumuskan melalui perdebatan marathon dan alot sebagai buah pemikiran founding father bangsa.Bahkan Soekarno secara akomodatif namun penuh muatan politik, menggagas konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis), adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
Kesimpulan yang bisa diambil dari penulisan makalah ini adalah perlu penyegaran kembali di dalam melaksanakan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila, yang sebenarnya juga merupakan tantangan bagi kita semua, apakah cita-cita untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat masih relevan di era globalisasi.Permasalahan yang kita hadapi sekarang adalah bahwa dunia telah berubah dengan cepat setelah perang dingin usai.Amerika Serikat yang sekarang menjadi negara adikuasa satu-satunya telah memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk memaksakan prinsip-prinsip Kapitalisme dengan demokrasi dan ekonomi pasar yang bebasnya lebih leluasa melalui slogan globalisasi.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.